Perjalanan Dari Bisnis Apple Hampir Bangkrut & Dibantu Microsoft

Perjalanan Dari Bisnis Apple

Perjalanan Dari Bisnis Apple Hampir Bangkrut & Dibantu Microsoft memiliki sejarah yang menarik dalam pemilihan nama dan logonya. Nama ‘Apple’ sendiri tidak muncul begitu saja tanpa alasan, melainkan berasal dari ide sederhana namun penuh makna dari sang pendiri, Steve Jobs.

Dalam biografinya yang ditulis oleh Walter Isaacson, Steve Jobs mengungkapkan alasan mengapa ia memilih nama ‘Apple’ untuk perusahaan yang didirikannya bersama Steve Wozniak pada 1 April 1976. Jobs menceritakan bahwa pada saat itu, ia sering mengonsumsi buah apel dan baru saja kembali dari perkebunan apel. Ia merasa bahwa nama tersebut terdengar menarik dan tidak mengintimidasi.

Namun, alasan pemilihan nama Apple ternyata tidak hanya berhenti pada kesukaannya terhadap buah tersebut. Jobs juga menjelaskan bahwa nama Apple memiliki kesan unik dan tidak memiliki kaitan langsung dengan dunia komputer.

Terlebih lagi, secara alfabetis, nama ‘Apple’ muncul lebih dahulu dibanding ‘Atari’ tempat Jobs bekerja sebelum merintis perusahaan tersebut apabila dicantumkan dalam buku telepon. Dengan demikian, nama Apple dinilai lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.

Perjalanan Dari Bisnis Apple Hampir Bangkrut

Logo Apple

Tidak hanya itu, bersama dengan Steve Wozniak, Jobs sempat mempertimbangkan nama-nama lain yang lebih teknis. Namun, dari berbagai alternatif yang dicetuskan, tidak ada yang sebaik Apple. Bahkan Wozniak, dalam bukunya ‘iWoz: Computer Geek to Cult Icon’ yang terbit pada 2006, menyatakan bahwa Apple terdengar lebih baik dibandingkan dengan nama-nama lain yang mereka pertimbangkan pada waktu itu.

Ketika Apple Computer pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1976, logo awal perusahaan tidak menggambarkan buah apel sama sekali. Logo tersebut merupakan hasil karya Ronald Wayne, salah satu pendiri Apple, yang menampilkan ilustrasi fisikawan Sir Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel. Logo ini menggambarkan momen ketika Newton menemukan teori gravitasi setelah sebuah apel jatuh dari pohon.

Namun, pada tahun 1977, logo Apple mengalami perubahan drastis. Logo berbentuk buah apel dengan gigitan di sisi kanan mulai diperkenalkan. Desain logo baru ini dibuat oleh Rob Janoff dan memiliki warna-warni menyerupai pelangi. Gigitan pada buah apel tersebut bukanlah tanpa alasan.

Janoff menjelaskan bahwa gigitan itu ditambahkan untuk memastikan bahwa buah tersebut tidak disalahartikan sebagai buah ceri atau tomat. Selain itu, gigitan pada apel juga dianggap melambangkan sesuatu yang dapat dinikmati oleh manusia, sesuai dengan filosofi produk Apple yang dapat dinikmati oleh penggunanya.

Perubahan besar pada logo Apple terjadi pada tahun 1998. Logo berwarna-warni digantikan dengan desain monokromatik seiring dengan perubahan visi perusahaan menuju modernitas dan minimalisme. Meskipun demikian, bentuk dasar logo tetap dipertahankan—sebuah apel tergigit yang ikonik. Hingga saat ini, logo tersebut tetap menjadi identitas visual Apple di seluruh dunia.

Seiring berkembangnya Apple sebagai perusahaan teknologi raksasa, berbagai inovasi dan produk unggulan terus diluncurkan. Pada tahun pertama pendiriannya, Jobs dan Wozniak berhasil merakit Apple I, komputer sederhana yang dijual dengan harga 666,66 dolar AS.

Ilustrasi Microsoft

Diselamatkan Microsoft

Pembuatan komputer ini membutuhkan modal yang tidak sedikit, sehingga Jobs terpaksa menjual mobil VW Microbus miliknya seharga 1.500 dolar AS, sementara Wozniak menjual kalkulator ilmiahnya dengan harga 500 dolar AS. Komputer Apple I yang mereka rakit secara manual di garasi rumah Jobs kini menjadi barang koleksi bernilai tinggi, mencapai miliaran rupiah dalam pelelangan.

Tak berhenti pada Apple I, duo pendiri ini kembali meluncurkan Apple II pada tahun 1977, diikuti oleh Apple III pada tahun 1980. Produk-produk tersebut mengantarkan Apple menjadi salah satu nama besar dalam dunia teknologi komputer. Keberhasilan Apple tidak lepas dari visi inovatif Steve Jobs yang selalu menekankan desain sederhana namun elegan, serta teknologi yang mudah digunakan oleh masyarakat umum.

Seiring berjalannya waktu, Apple terus berkembang pesat dengan meluncurkan berbagai produk revolusioner, seperti iPhone, iPad, MacBook, dan Apple Watch. Masing-masing produk selalu identik dengan logo apel tergigit, yang telah melekat sebagai simbol kualitas, inovasi, dan prestise. Kesuksesan Apple juga semakin diperkuat dengan strategi branding yang konsisten, menjadikan logo apel tergigit sebagai tanda keunggulan di dunia teknologi.

Hingga saat ini, Apple tetap mempertahankan logonya sebagai representasi perusahaan yang selalu menghadirkan teknologi canggih dengan desain yang estetis. Bagi para pengguna setia, logo Apple bukan sekadar simbol perusahaan, melainkan juga menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Melalui sejarahnya yang panjang dan penuh inovasi, Apple telah membuktikan bahwa kesederhanaan dalam desain dan visi dapat menjadi kekuatan besar dalam memenangkan hati konsumen. Logo apel tergigit tidak hanya mencerminkan filosofi perusahaan tetapi juga mencerminkan kehadiran Apple sebagai pemimpin dalam dunia teknologi digital.

Baca Juga : Fitur Baru Google Maps Dan Search Bantu Rencanakan Liburan

Post Comment


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

You May Have Missed