Google Assistant Dari IPhone, Apa Saja Yang Menjadi Gantinya?
Google Assistant Dari IPhone, Apa Saja Yang Menjadi Gantinya? melalui layanan navigasinya, Waze, mengumumkan penghentian permanen integrasi Google Assistant pada perangkat iOS. Langkah ini diambil menyusul kendala teknis berkepanjangan yang dinilai telah mengganggu pengalaman pengguna dalam memanfaatkan fitur asisten suara selama lebih dari satu tahun terakhir.
Dilansir dari Engadget pada Jumat, 28 Maret 2025, Waze menyebut bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan pengalaman navigasi yang lebih efisien dan intuitif, melalui pengembangan solusi berbasis suara yang lebih canggih.
Meskipun tidak menjelaskan secara rinci mengenai masalah teknis yang dimaksud, pihak Waze mengakui bahwa perbaikan terhadap integrasi Google Assistant di iOS dianggap tidak lagi sebanding dengan manfaat yang diberikan, sehingga pilihan terbaik adalah menghapus dukungan tersebut secara permanen.
Pengguna iPhone diketahui telah lama mengeluhkan tidak berfungsinya Google Assistant di dalam aplikasi Waze. Keluhan tersebut terus meningkat dalam kurun waktu satu tahun terakhir, hingga akhirnya perusahaan mengambil keputusan definitif untuk menghentikan dukungan integrasi tersebut bagi sistem operasi iOS.
Google Assistant Dari IPhone, Waze Hapus
Namun demikian, layanan Google Assistant masih tetap tersedia untuk pengguna perangkat Android yang mengakses Waze. Meski begitu, keberlanjutan fungsi tersebut juga tengah berada dalam bayang-bayang ketidakpastian, mengingat Google telah mengumumkan rencananya untuk secara bertahap menggantikan Google Assistant klasik dengan asisten digital terbaru mereka, yakni Gemini.
Dalam pernyataan resmi, Google menyampaikan bahwa sepanjang tahun ini, pihaknya akan menghentikan ketersediaan Google Assistant klasik di sebagian besar perangkat bergerak. Tidak hanya itu, raksasa teknologi asal Mountain View, California tersebut juga menyatakan niatnya untuk menarik Google Assistant dari toko aplikasi digital dalam waktu yang belum ditentukan secara pasti.
Sejalan dengan langkah transformasi digital tersebut, Waze kini mulai menguji coba integrasi Gemini ke dalam platform navigasinya. Teknologi Gemini menawarkan kemampuan pemrosesan bahasa alami yang lebih kompleks, memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan memberikan laporan lalu lintas secara verbal dalam bahasa yang lebih natural dan kasual.
Dengan integrasi ini, diharapkan pengguna dapat melaporkan kejadian di jalan, seperti kecelakaan, kemacetan, atau hambatan lalu lintas lainnya, tanpa harus menghentikan perjalanan atau menggunakan tangan mereka untuk mengoperasikan aplikasi. Kemampuan ini dinilai akan menjadi bagian penting dari ekosistem navigasi masa depan yang lebih adaptif, responsif, dan aman bagi pengendara.
Sementara itu, dalam upaya memperkuat ekosistem produk dan menyelaraskan fitur lintas platform, Google kembali menghadirkan elemen desain dan fitur khas dari Waze ke dalam layanan Google Maps. Salah satu inovasi terkini yang tengah digulirkan adalah fitur kustomisasi ikon kendaraan pada tampilan navigasi di Google Maps.
Mengutip laporan dari Phone Arena pada Rabu, 5 Maret 2025, fitur terbaru ini memungkinkan pengguna untuk mengganti ikon penunjuk arah kendaraan yang sebelumnya berupa panah biru standar, menjadi beragam bentuk dan warna kendaraan.
Apa Saja Yang Menjadi Gantinya?
Tersedia delapan jenis ikon kendaraan yang dapat dipilih, mulai dari sedan, SUV, truk pickup, hingga mobil sport. Selain itu, pengguna juga disuguhi delapan pilihan warna menarik seperti Glacier White, Poppy Red, Sky Blue, hingga Sunset Magenta, guna menciptakan tampilan navigasi yang lebih personal dan menyenangkan.
Untuk melakukan penggantian ikon kendaraan, pengguna cukup menarik menu yang terletak di bagian bawah layar saat mode navigasi aktif. Selanjutnya, pilih opsi “Vehicle icon” untuk mengakses berbagai pilihan ikon kendaraan yang tersedia. Alternatif lainnya, pengguna dapat langsung mengetuk ikon kendaraan yang tampil setelah rute perjalanan ditentukan. Perlu diperhatikan bahwa fitur ini hanya dapat digunakan apabila aplikasi Google Maps telah diperbarui ke versi terbaru, baik pada perangkat Android maupun iOS.
Langkah ini menunjukkan bahwa Google berupaya menjadikan Google Maps lebih interaktif dengan menghadirkan fitur-fitur khas yang sebelumnya hanya tersedia di Waze. Seperti diketahui, Waze selama ini dikenal sebagai aplikasi navigasi berbasis komunitas yang mengandalkan laporan langsung dari pengguna mengenai kondisi lalu lintas secara real-time.
Berbeda dengan Waze, Google Maps lebih menekankan pada pengalaman navigasi menyeluruh, tidak hanya memandu rute perjalanan, namun juga memberikan rekomendasi tempat makan, hiburan, hingga penginapan. Dengan demikian, pengguna dapat merencanakan perjalanan secara lebih komprehensif dan efisien.
Di tengah perubahan ekosistem digital Google yang kian cepat, pengguna juga disarankan untuk memperhatikan beberapa alternatif agar tetap mendapatkan pengalaman terbaik dalam berkendara. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga yang kompatibel dengan Google Maps untuk menghadirkan fitur tambahan, seperti peringatan kamera tilang.
Salah satu aplikasi yang direkomendasikan untuk mendukung fungsi ini adalah “TomTom AmiGo”. Aplikasi tersebut dapat membantu pengguna untuk tetap mendapatkan peringatan lokasi kamera pengawas saat berkendara, meskipun Google Maps sendiri tidak menyediakan fitur serupa secara bawaan.
Baca Juga : Lembaga Tiongkok Tuding AS Soal Pengguna Smartphone Dunia
Berdasarkan informasi dari Gizchina pada Selasa, 4 Maret 2025, langkah-langkah untuk mengintegrasikan TomTom AmiGo sebagai pelengkap navigasi Google Maps cukup mudah dan tidak memerlukan proses teknis yang rumit.
Dengan dinamika perkembangan fitur dan teknologi dalam layanan navigasi digital, pengguna diharapkan terus memperbarui perangkat lunak mereka secara berkala, serta memahami perubahan kebijakan yang diberlakukan oleh penyedia aplikasi. Hal ini penting untuk memastikan pengalaman berkendara tetap aman, nyaman, dan efisien.
Post Comment