Tiga Gebrakan Teknologi China Yang Bikin Heboh Seluruh Dunia

Tiga Gebrakan Teknologi China

Tiga Gebrakan Teknologi China Yang Bikin Heboh Seluruh Dunia semakin menegaskan posisinya sebagai kekuatan besar dalam bidang teknologi, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Negara yang dijuluki Negeri Tirai Bambu ini kembali menarik perhatian global setelah meluncurkan sejumlah inovasi penting di sektor AI, termasuk peluncuran DeepSeek, Manus AI, dan chip kuantum mutakhir bernama Zuchongzhi-3, yang diklaim memiliki kemampuan pemrosesan hingga satu kuadriliun operasi per detik.

Ketiga inovasi tersebut dianggap sebagai langkah strategis Tiongkok dalam upaya menggeser dominasi teknologi yang selama ini dikuasai oleh Amerika Serikat. Persaingan antara kedua negara dalam ranah AI semakin memanas sejak Amerika Serikat, khususnya pada masa kepemimpinan Presiden Donald Trump, mulai memberlakukan berbagai pembatasan ekspor teknologi kepada perusahaan-perusahaan asal Tiongkok.

Namun, alih-alih mengalami kemunduran, Tiongkok justru menunjukkan respons sebaliknya. Negara tersebut semakin memperkuat pengembangan teknologi dalam negeri, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan mempercepat kemandirian di sektor strategis.

Tiga Gebrakan Teknologi China Apa Saja?

Ilustrasi inovasi teknologi China.

Salah satu sorotan utama dalam perkembangan terbaru ini adalah kemunculan DeepSeek, sebuah sistem kecerdasan buatan berbasis chatbot yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan asal Hangzhou, High Flyer, di bawah kepemimpinan Liang Wenfeng. Perusahaan ini sebelumnya dikenal sebagai pengembang sistem komputasi canggih untuk analisis keuangan sejak didirikan pada 2015. Namun, pada tahun 2023, arah perusahaan mulai bergeser ke pengembangan teknologi AI, yang kemudian melahirkan platform DeepSeek.

DeepSeek dirancang untuk memberikan respon cepat, melakukan analisis data, dan menghasilkan konten sesuai instruksi pengguna. Secara format, layanan ini memiliki kesamaan dengan platform chatbot AI lainnya yang telah lebih dulu populer di pasar global. Meski demikian, sejak peluncurannya, DeepSeek mampu menunjukkan pertumbuhan pesat dalam hal pengguna dan pengaruh global.

Data dari Appfigures menunjukkan bahwa DeepSeek berhasil meraih posisi teratas sebagai aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store Apple di lebih dari 100 negara, serta menduduki peringkat pertama di Google Play Store untuk kategori serupa di hampir 20 negara. Keberhasilan ini menjadi indikasi kuat bahwa produk teknologi buatan Tiongkok kini mulai mendapat tempat di pasar internasional, bahkan bersaing secara langsung dengan nama-nama besar seperti ChatGPT dari OpenAI dan Gemini milik Google.

Lebih lanjut, High Flyer meluncurkan dua model AI terbaru dalam lini DeepSeek, yaitu DeepSeek V3 dan DeepSeek R-1. DeepSeek V3 diluncurkan pada Desember 2024 sebagai model AI berbasis arsitektur Mixture-of-Experts (MoE) dengan total 671 miliar parameter. Namun, untuk mengoptimalkan efisiensi, hanya sekitar 37 miliar parameter yang diaktifkan dalam setiap proses inferensi. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kecepatan pemrosesan, tetapi juga menghemat konsumsi sumber daya komputasi secara signifikan.

Model DeepSeek V3 ditujukan untuk menjalankan berbagai tugas umum seperti menjawab pertanyaan informatif, menyusun teks, dan membuat konten kreatif berdasarkan permintaan pengguna. Keunggulan dalam efisiensi dan responsifitas menjadikan model ini salah satu solusi AI yang menjanjikan dari Asia.

Bikin Heboh Seluruh Dunia

Tak lama setelahnya, pada awal 2025, High Flyer kembali meluncurkan DeepSeek R-1. Model ini sontak menghebohkan dunia teknologi karena dikembangkan dengan menggunakan chip AI berkinerja rendah namun tetap mampu menampilkan performa yang tangguh. DeepSeek R-1 mengusung peningkatan signifikan pada aspek penalaran dan kemampuan menyelesaikan masalah kompleks.

Ketika "Hukuman" Amerika Jadi Pemantik Kebangkitan Teknologi China... Halaman all - Kompas.com

Hal ini dimungkinkan melalui penerapan teknik reinforcement learning, yang secara efektif melatih AI untuk mengambil keputusan berdasarkan pengalaman simulatif.

Kemampuan DeepSeek R-1 dalam menangani tugas-tugas bernalar dan analitis telah membuat banyak pihak di dunia teknologi mulai mengamati potensi besar dari sistem ini, terutama dalam konteks penerapannya di sektor pendidikan, riset, dan layanan publik.

Namun, perkembangan pesat DeepSeek juga memunculkan kekhawatiran dari negara-negara pesaing. Beberapa pemerintah telah mengambil langkah pencegahan dengan memblokir akses terhadap platform ini. Amerika Serikat, melalui Departemen Perdagangan, bahkan telah menambahkan sejumlah entitas terkait DeepSeek ke dalam daftar pembatasan ekspor teknologi. Selain itu, lima negara dilaporkan melarang penggunaan DeepSeek secara resmi, termasuk Korea Selatan.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa kehadiran teknologi AI Tiongkok kini dipandang sebagai potensi ancaman terhadap dominasi yang selama ini dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika. Meski begitu, Tiongkok tampak tidak terpengaruh oleh tekanan tersebut. Pemerintah dan sektor swasta di negara tersebut terus melanjutkan investasi besar-besaran untuk memperkuat fondasi teknologi dalam negeri, baik di bidang kecerdasan buatan, komputasi kuantum, maupun manufaktur semikonduktor.

Dengan hadirnya DeepSeek, Manus AI, dan chip kuantum Zuchongzhi-3, Tiongkok secara perlahan namun pasti sedang membentuk ekosistem teknologi canggih yang dapat berdiri sejajar, bahkan mungkin melampaui, para pesaingnya di kancah internasional.

Langkah strategis ini tidak hanya mencerminkan ambisi Tiongkok untuk menjadi pemimpin global dalam bidang teknologi, tetapi juga memperlihatkan bahwa persaingan geopolitik kini telah bergeser dari kekuatan militer dan ekonomi, menuju dominasi teknologi berbasis kecerdasan buatan dan data.

Baca Juga : ASUS ROG Phone9 Series Dirilis, Cek Spesifikasi Dan Harganya

Post Comment


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

You May Have Missed